LGBT Dan Hikmahnya

LGBT Dan Hikmahnya

Fenomena LGBT Di Indonesia, Sebuah Pembelajaran Ataukah Ujian “

Fenomena LGBT ” lesbian, gay, biseksual, dan transgender” populer saat ini dengan LGBT, sebuah isu sosial mengejutkan yang begitu dahsyat efek viralnya, mesin google mencatat sepanjang bulan Juni 2015 trand pencarian istilah LGBT ini terus melonjak dan puncaknya bulan januari 2016 google trand mencatat sebagai istilah paling banyak dicari.

Banyak diantara kita sebenarnya sangat tidak perduli dengan prilaku yang tak umum ” Normal ” sehingga bisa disebut ” tak normal ” bagi orang-orang yang secara alami memiliki prilaku norma kehidupan ini yang senantiasa di ciptakan berpasang-pasangan, ada siang ada malam,ada hitam ada putih, ada normal ada tak normal..nah mengapa sebenarnya fenomena LGBT saat ini begitu populer padahal perilaku tersebut sudah ada sejak zaman dulu, bahkan bagi ummat muslim prilaku ini sudah diceritakan dalam kitab Al-qur’an yang digambarkan dalam kisah kaum Nabi Luth yang memperaktekkan prilaku LGBT ini dan kemudian di azab Allah. Fenomena ini tentu tak lepas dari rencana tuhan dan pastinya banyak pelajaran pula yang bisa kita ambil.

Saya mencatat setidaknya ada 2 hal penting dari fenomena LGBT ini :

PERTAMA ; Dengan munculnya fenomena LGBT merupakan kehendak Tuhan, Tuhan ingin mengingatkan kita bahwa diantara sekian mahluk Allah SWT yang tengah berjalan dimuka bumi ini ada prilaku-prilaku yang TIDAK NORMAL dan itu bisa saja tanpa kita sadari prilaku tersebut terjadi tanpa tersentuh oleh manusia normal sehingga dianggap hanya angin lalu bahkan terkadang lolos dari perhatian.

KEDUA ; Fenomena LGBT akan menjadi iktibar dan kewaspadaan tersendiri bagi kita orang tua, agar benar-benar memperhatikan prilaku anak-anak kita, memperhatikan sedetail mungkin kehidupan masa kanak-kanaknya, masa remajanya dan sampai betul-betul sempurna menjadi pribadi yang wajar hingga jenjang pernikahannya.

Dari 2 faedah fenomena LGBT ini, kita tidak akan memberikan justifikasi ataupun penghakiman pada para pelaku LGBT ini,akan tetapi ini sebagai bentuk kepedulian sebagai manusia normal, manusia yang diciptakan Tuhan secara berpasang-pasangan agar melahirkan generasi demi generasi, pada akhirnya tidak terjadi kepunahan pada mahluk yang bernama manusia ini. Layaklah bahwa prilaku LGBT kita anggap sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan kondratnya sebagai manusia.

Nah tentu yang paling penting saat ini untuk menjadi tugas kita bersama, sebagai insan-insan yang berprilaku normal untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak kita tentang pentingnya meneruskan kelanjutan dan keberlangsungan generasi-generasi manusia yang berkwalitas, sebagai mana tujuan tuhan menciptakan kita agar menjadi pemimpin pada keluarga,masyarakat dan negaranya.

Bagaimana mungkin generasi-generasi berkwalitas baru bisa tercipta bila manusia tidak lagi melanjutkan perkawinan dan menghasilkan keturunan keturunan baru bagi dunia ini. Bayangkan…bila LGBT ini dianggap sebuah kewajaran,maka punahlah generasi manusia mendatang karena perempuaan kawin dengan perempuan yang tidak mungkin memiliki keturuan, apalagi pria kawin dengan pria apa mungkin memiliki keturunan. Nah disinilah sebenarnya mengapa kemudian tuhan menciptkan kita berpasang-pasangan, kasih mengasihi pada lain jenisnya..agar generasi manusia tidak punah dan semua demi kepentingan manusia pula.

Sebagai penutup tulisan singkat ini, mari kita berdo’a semoga kita diberi keturunan oleh Allah SWT keturunan yang berprilaku normal, memberikan anak cucu bagi kita yang normal pula serta bisa menjadi pribadi pribadi yang berguna sesuai kodradnya masing-masing. Kita pun berdo’a semoga para pelaku LGBT diberi kemampuan untuk merubah prilakunya, do’akan mereka kuat pada cobaan ini.
Kita menyadari semua orang punya cobaan dan kecenderungan negatif pada diri masing-masing dalam hidupnya, tinggal kita mau berusaha menjalani cobaan tersebut dengan sabar.
Orang normal cobaannya bila menyangkut kepuasan nafsu seksual tentu pada wanita, tetapi tuhan memberikan aturan bagaimana cara melampiaskannya, sedangkan para LGBT juga punya kecenderungan kepuasan fantasi seksual pada sesama jenis maka cobaan ini juga hampir sama dengan cobaan pria pada wanita tadi, sama-sama beratnya, tetapi bila kita berusaha dengan sungguh-sungguh insyaallah anda akan berhasil mengatasi kecenderungan prilaku yang menyimpang ini.

Sekali lagi pesan kita…LGBT adalah sebuah prilaku dan prilaku harusnya bisa diperbaiki. Buat anda sebagai seorang ayah atau anda seorang ibu, pastilah tidak menginginkan putra-putri kita terlibat dalam prilaku ini, semoga Tuhan Yang maha ESA melindungi kita semua dari prilaku-prilaku LGBT ini… Amiin…
Krisis Sosial Tanah Air

Krisis Sosial Tanah Air

Krisis sosial tanah air makin parah setelah terputusnya komunikasi sosial dan maraknya sosial media yang dipakai sebagai sarana menabur kebencian pada sesama dengan muncul para haters yang sering menjadi pemicu minimnya rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang sangat rentan secara emosional.

Blogyasin.com : Duduk diantara dua masalah utama dan menyelesaikan satu masalah sudah cukup…! Realita sosial dengan kadar problem yang makin mengkristal pada 1 persoalan utama yaitu KOMUNIKASI PUBLIK yang tidak lancar dan sangat terbatas sehingga membuat masyarakat prustasi, kemudian  menggunakan cara mereka untuk menyelesaikan masalah di lapangan. 
Ini sebuah krisis kemanusiaan yang kita ciptakan ataukah sebuah pembiaran ? 
kita hanya meraba-meraba ada apakah gerangan di Republik tercinta kita ini???

( Korban memburuknya empati dan rasa kemanusian)

FAKTA-FAKTA MEMBURUKNYA BUDAYA KITA

Ini sebuah fakta kegagalan pemerintah menyampaikan pesan-pesan moral pada publik betapa pentingnya menegakkan disiplin dan berpegang pada hukum positif di negara ini. Saat ini sebuah fenomena kekejaman sosial/publik pada lingkungannya sangat kentara, masyarakat begitu beringasnya membakar manusia hidup-hidup, manusia membunuh manusia di depan publik seakan akan menjadi kebiasaan yang di pertontonkan sehingga tidak lagi mencerminkan jiwa ke PANCASILAAN kita  yang berketuhanan sehingga manusia membunuh manusia dianggap wajar.

Hari ini saya menyaksikan sebuah tragedi kemanusiaan di negeri ini yang begitu memilukan, seorang ayah dibunuh dan meninggalkan 3 orang putra menjadi yatim karena kebiadaban sebuah peradaban yang makin bringas, seorang remaja dibakar hidup-hidup karena dianggap biadab, pertanyaannya, lebih biadab siapakah sekarang ? mereka yang hanya punya 1 nyawa dan tak bisa kembali lagi ataukah tindakan massa yang tak terkendali  karena prustasi dengan siatuasi ke amanan negeri ini ?

Kemana aparat yang dibayar mahal dari gaji rakyat, kemana jaminan keamanan bagi orang tua yang tengah mencari nafkah ? apakah mereka layak mati sia-sia ditengah masyarakat yang makin bringas ? anda tentu tidak mau memiliki masyarakat yang tak lagi beradab, membunuh saudaranya sendiri tanpa pri kemanusiaan di tengah masyarakat yang menyatakan dirinya masyarakat yang beradap dan memiliki dasar-dasar hukum yang jelas. Kemana penegak hukum kita, kemana para penegak HAM yang berteriak teriak ketika mereka membutuhkan untuk di dengar ?

Saudara-saudaraku sebangsa setanah air…!

Ayooo kembali kenali jati diri kita masing-masing, jangan perparah kondisi terpuruk martabat kebangsaan kita dengan membunuh saudara kita sendiri, menipu saudara kita sendiri, memperdaya saudara kita sendiri hanya sebuah tujuan pendek semata. Bangsa ini memiliki martabat, bangsa ini beradab, hentikan tindakan main hakim sendiri, hentikan pembunuhan yang hanya meninggalkan kepiluan bagi keluarga yang ditinggalkan. Jangan mengganggap diri kita sebagai hukum rimba di negeri bermoral, tapi jadikan Flatform Negara NKRI ini sebagai pengayom, pelindung dan pemberi ketentraman bagi jutaan jiwa yang mendiaminya.

Jangan jadikan alasan politik dan paham tertentu membuat anda tega menghilangkan nyawa berharga orang lain, jangan jadikan halal darah saudara kita karena kepentingan sesaat. Harga nyawa orang, harga kasih sayang seorang pria kepada keluarganya, hargai cinta kasih seorang ibu pada anaknya, siapapun mereka, mereka memiliki hak hidup dan menghidupi keluarga mereka.

Suadara-sudaraku sebangsa setanah air…

Kita adalah sudara, kita satu nusa satu bangsa, kita makan dengan tanah yang tunbuh dari benih yang sama, minum dari sumber mata air yang sama, mata air kebangsaan Indonesia…bila kita kehilangan jatidiri dan saling membunuh karena persoalan sepele seperti jampret, pembegalan dan kejahatan yang diakibatkan buruknya struktur ekonomi dan sosial budaya kita, siapakah yang salah ? mari kita berfikir logis dan menggunakan hukum positif, salah diadili dan dihukum sesuai undang-undang dan kita bukan hakim jalanan yang main tebas dan main bunuh di jalanan.

Saudaraku….

Kita bangsa yang beradab dan penuh ahlak mulia, ini semua akan kita ajarkan pada penerus bangsa ini, bila saat ini kita dengan membunuh dan mencabut nyawa saudara kita sendiri, bagaimana kelak anak-anak kita menegakkan hukum di negeri ini, sungguh saya tak bisa membayangkan…mereka akan menghitung dan menjadikan sejarah pada tiap-tiap kejadian di bangsa ini.

Saudaraku…

kembalikan bangsa ini pada kodratnya sebagai negara hukum dan segalanya diatur dengan undang-undang, jangan biarkan keberingasan massa membuat kita lupa aturan mainnya…semoga penegak hukum kita sadar, betapa berharganya NYAWA seseorang di negeri ini. kita Satu Tekad, Menciptakan Krisis Membereskan Krisis Sosial Tanah Air.