Krisis Sosial Tanah Air

Krisis Sosial Tanah Air

Krisis sosial tanah air makin parah setelah terputusnya komunikasi sosial dan maraknya sosial media yang dipakai sebagai sarana menabur kebencian pada sesama dengan muncul para haters yang sering menjadi pemicu minimnya rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang sangat rentan secara emosional.

Blogyasin.com : Duduk diantara dua masalah utama dan menyelesaikan satu masalah sudah cukup…! Realita sosial dengan kadar problem yang makin mengkristal pada 1 persoalan utama yaitu KOMUNIKASI PUBLIK yang tidak lancar dan sangat terbatas sehingga membuat masyarakat prustasi, kemudian  menggunakan cara mereka untuk menyelesaikan masalah di lapangan. 
Ini sebuah krisis kemanusiaan yang kita ciptakan ataukah sebuah pembiaran ? 
kita hanya meraba-meraba ada apakah gerangan di Republik tercinta kita ini???

( Korban memburuknya empati dan rasa kemanusian)

FAKTA-FAKTA MEMBURUKNYA BUDAYA KITA

Ini sebuah fakta kegagalan pemerintah menyampaikan pesan-pesan moral pada publik betapa pentingnya menegakkan disiplin dan berpegang pada hukum positif di negara ini. Saat ini sebuah fenomena kekejaman sosial/publik pada lingkungannya sangat kentara, masyarakat begitu beringasnya membakar manusia hidup-hidup, manusia membunuh manusia di depan publik seakan akan menjadi kebiasaan yang di pertontonkan sehingga tidak lagi mencerminkan jiwa ke PANCASILAAN kita  yang berketuhanan sehingga manusia membunuh manusia dianggap wajar.

Hari ini saya menyaksikan sebuah tragedi kemanusiaan di negeri ini yang begitu memilukan, seorang ayah dibunuh dan meninggalkan 3 orang putra menjadi yatim karena kebiadaban sebuah peradaban yang makin bringas, seorang remaja dibakar hidup-hidup karena dianggap biadab, pertanyaannya, lebih biadab siapakah sekarang ? mereka yang hanya punya 1 nyawa dan tak bisa kembali lagi ataukah tindakan massa yang tak terkendali  karena prustasi dengan siatuasi ke amanan negeri ini ?

Kemana aparat yang dibayar mahal dari gaji rakyat, kemana jaminan keamanan bagi orang tua yang tengah mencari nafkah ? apakah mereka layak mati sia-sia ditengah masyarakat yang makin bringas ? anda tentu tidak mau memiliki masyarakat yang tak lagi beradab, membunuh saudaranya sendiri tanpa pri kemanusiaan di tengah masyarakat yang menyatakan dirinya masyarakat yang beradap dan memiliki dasar-dasar hukum yang jelas. Kemana penegak hukum kita, kemana para penegak HAM yang berteriak teriak ketika mereka membutuhkan untuk di dengar ?

Saudara-saudaraku sebangsa setanah air…!

Ayooo kembali kenali jati diri kita masing-masing, jangan perparah kondisi terpuruk martabat kebangsaan kita dengan membunuh saudara kita sendiri, menipu saudara kita sendiri, memperdaya saudara kita sendiri hanya sebuah tujuan pendek semata. Bangsa ini memiliki martabat, bangsa ini beradab, hentikan tindakan main hakim sendiri, hentikan pembunuhan yang hanya meninggalkan kepiluan bagi keluarga yang ditinggalkan. Jangan mengganggap diri kita sebagai hukum rimba di negeri bermoral, tapi jadikan Flatform Negara NKRI ini sebagai pengayom, pelindung dan pemberi ketentraman bagi jutaan jiwa yang mendiaminya.

Jangan jadikan alasan politik dan paham tertentu membuat anda tega menghilangkan nyawa berharga orang lain, jangan jadikan halal darah saudara kita karena kepentingan sesaat. Harga nyawa orang, harga kasih sayang seorang pria kepada keluarganya, hargai cinta kasih seorang ibu pada anaknya, siapapun mereka, mereka memiliki hak hidup dan menghidupi keluarga mereka.

Suadara-sudaraku sebangsa setanah air…

Kita adalah sudara, kita satu nusa satu bangsa, kita makan dengan tanah yang tunbuh dari benih yang sama, minum dari sumber mata air yang sama, mata air kebangsaan Indonesia…bila kita kehilangan jatidiri dan saling membunuh karena persoalan sepele seperti jampret, pembegalan dan kejahatan yang diakibatkan buruknya struktur ekonomi dan sosial budaya kita, siapakah yang salah ? mari kita berfikir logis dan menggunakan hukum positif, salah diadili dan dihukum sesuai undang-undang dan kita bukan hakim jalanan yang main tebas dan main bunuh di jalanan.

Saudaraku….

Kita bangsa yang beradab dan penuh ahlak mulia, ini semua akan kita ajarkan pada penerus bangsa ini, bila saat ini kita dengan membunuh dan mencabut nyawa saudara kita sendiri, bagaimana kelak anak-anak kita menegakkan hukum di negeri ini, sungguh saya tak bisa membayangkan…mereka akan menghitung dan menjadikan sejarah pada tiap-tiap kejadian di bangsa ini.

Saudaraku…

kembalikan bangsa ini pada kodratnya sebagai negara hukum dan segalanya diatur dengan undang-undang, jangan biarkan keberingasan massa membuat kita lupa aturan mainnya…semoga penegak hukum kita sadar, betapa berharganya NYAWA seseorang di negeri ini. kita Satu Tekad, Menciptakan Krisis Membereskan Krisis Sosial Tanah Air.

3 Catatan Bulan Februari 2015

Tanpa terasa bulan Februari akan segera berlalu, memasuki minggu ke-4 bulan ke-2 ditahun 2015 memiliki banyak Catatan Bulan Februari bagi irama hidup saya. Ada 3 pengalaman penting yang harus menjadi intropeksidiri dan membagikan pengalaman bagi orang lain.

1. Masa lalu dan masa depan seperti tali tak terang tapi nyata adanya.

Sehebat apapun anda hari ini pastilah tidak akan pernah terlebas dari persiapan anda di masa lalu, bila menggunakan istilah kawan-kawan Trainer Bisnis ” sukses adalah bertemunya antara PERSIAPAN + PELUANG yang kemudian dikerjakan secara sungguh-sungguh ” maka sangat benar adanya bahwa impian anda dimasa lalu akan mempengaruhi masa depan anda. Orang-orang dengan impian besar dimasa lalunya dan menyiapkan mental,sikap dan pengalaman kerja yang ditekuninya maka akan menghasilkan karya yang fenominal dan menjadi kebanggan hidupnya. Selama februari ini saya telah mengikuti banyak perkembangan bisnis kawan-kawan dan juga melihat fakta orang-orang yang gagal karena tak mampu FOKUS dan Menghadapi tantangan pekerjaannya karena ternyata memiliki visi yang pendek dan tanpa kekuatan dream yang dipupuk dari dahulu serta tidak  memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan. Sehingga saya mengambil sebuah iktibar, apapun bisnis dan cita-cita anda bila anda mempersiapkan dengan benar sejak dini pastilah suatu saat nanti akan membuahkan hasil yang baik. Dream,Action, Fokus pada impian, suatu saat pasti berhasil.

2. Belajar dan praktekkan suatu kepastian

Sejak awal belajar berbisnis saya selalu punya fikiran ‘ saya kerjakan saya serius hasil pasti mengikuti..” energi yang saya keluarkan mungkin lebih banyak dari pada hasilnya ketika di awal-awal memulai usaha, tapi keinginan belajar dan menekuni hal-hal baru membuat saya terus mengotak atik DREAM BOOK saya dan terus mengalami banyak revisi tetap intinya saya ingin menjadi lebih baik lagi dan lagi. Berawal dari dream ini  pada akhirnya mempertemukan saya lagi dengan tantangan belajar dan mencoba hal baru menjadi seorang Internet marketer sebagai pendatang baru (newbe/Nobitol dll istilah kawan-kawan imers).

Beruntungnya saya memiliki komunitas positis abenetwork community yang memberikan pembelajaran secara gratis dan berkelanjutan, padahal bila ditempat lain harus merogoh jutaan rupiah untuk mempelajari materi materinya.

Sebagai Newbe, Suatu hal yang pasti dan harus,  saya harus  kerjakan bisnis ini  dan lebih fokus pada belajar dan peraktek, walaupun awalnya semua masih mengambang dan belum menukan titik fokus kemana bisnis saya akan bawa, tapi akhirnya saya baru mendapatkan pencerahan setelah terus membedah buku-buku sukses dan belajar dari master yang lebih dulu sukses,bahwa intinya kita tidak harus menjadi advan sekaligus tetapi harus bertahap demi setahap pada akhirnya akan bertambah asalkan tetap fokus pada bisnis yang akan kita tekuni dan memperaktekkannya secara konsisten.

3. Godaan bisnis dan bisnis yang lain.

Bisnis dan bisnis itulah hari hari saya lalui sejak mengentaskan study saya di tahun 2000,walaupun sempat terjerumus ke kandang bisnis orang lain selama hampir 5 tahun tetapi itu ternyata awal dan menjadi momentum saya mengenal dunia bisnis, tanpa mengurangi rasa terima kasih saya kepada tempat kerja yang pernah menampung saya menimba pengalaman, saya ucapkan terima kasih khususnya pada mantan bos saya memberikan banyak pelajaran tentang disiplin,keseriusan kerja dan bagaimana menekan serta memanagemen karyawan.

Akibat adanya tekanan dan disiplin mati bos saya waktu itu, membuat saya berfikir untuk menjadi bos juga, sehingga membuka peluang saya mencari bisnis dan akhirnya bisa keluar dari zona karyawan dan berkarya seadanya. Saat itu prinsip saya  yang penting bergerak dan bekerja tanpa lelah penuh motivasi sehingga hasilpun tidak menjadi perhitungan bagi saya, tapi tuhan tidak tidur dan tak tinggal diam bagi yang berusaha sungguh-sungguh, berbagai hasil pun tanpa terasa saya raih.

Selama kurun waktu hampir 11 tahun saya berbisnis banyak sekali bisnis yang menurut saya sangat menjanjikan dan membuat saya tergoda banyak bisnis, akan tetapi ternyata semakin banyak bisnis yang sebelumnya belum matang justru akan melahirkan banyak kegagalan. Sehingga sikap saya saat ini menjadi lebih jelas, bisnis tak ada yang tidak menarik tapi akan lebih menarik lagi adalah bisnis yang ditekuni dan dijadikan ahli didalamnya.

Sesuai judul catatan ke -3 saya, bisnis tergoda bisnis lain adalah sebuah kewajaran karena kita hidup dari komunitas bisnis, akan tetapi dari bebagai pengalaman orang sukses, ternyata tidak ada seorangpun milliarder didunia membangun usahanya langsung 3 perusahaan sekaligus, mereka memilih bisnis utama yang akan ditekuni dan menjadi profesional dibidangnya.
Kemudian dari sana bila sudah menjadi ciri khas dan mengangkat popularitas dan mempu membiayai hidupnya serta seluruh usahanya, barulah beralih ke bisnis lain, itupun  sebisa mungkin memilih bisnis yang  masih memiliki keterikatan dangan bisnis utamanya.

Itulah yang menjadi pengalaman saya bulan ini, banyak bertemu dengan kawa-kawan yang masih bingung pada bisnis yang akan di tekuninya dan ada yang sudah fokus kemudian mulai memunculkan hasil yang lumayan, walaupun masih ada yang tergoda dengan bisnis lainnya dengan motivasi dan alasan yang mereka buat atau mungkin menggunakan alasan orang lain yang menggodanya.

Demikian 3 Catatan Bulan Februari 2015 , semoga ini menjadi motivasi bagi saya untuk tetap eksis dibisnis, tanpa harus meninggalkan komunitas lama dan bisa saling bermanfaat di komunitas baru saya, krn siapapun anda hari ini, anda tetap membutuhkan hidup dengan komunitas lama anda dan komunitas baru anda yang dijalani hari ini, masa lalu dan masa depan adalah serangkaian hidup yang tak terpisahkan, berbuat sebaik mungkin saat ini akan mempengaruhi hidup anda dimasa depan. Semoga hari ini baik dan lusa lebih baik lagi. Amiin…