Krisis Sosial Tanah Air

Krisis Sosial Tanah Air

Krisis sosial tanah air makin parah setelah terputusnya komunikasi sosial dan maraknya sosial media yang dipakai sebagai sarana menabur kebencian pada sesama dengan muncul para haters yang sering menjadi pemicu minimnya rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang sangat rentan secara emosional.

Blogyasin.com : Duduk diantara dua masalah utama dan menyelesaikan satu masalah sudah cukup…! Realita sosial dengan kadar problem yang makin mengkristal pada 1 persoalan utama yaitu KOMUNIKASI PUBLIK yang tidak lancar dan sangat terbatas sehingga membuat masyarakat prustasi, kemudian  menggunakan cara mereka untuk menyelesaikan masalah di lapangan. 
Ini sebuah krisis kemanusiaan yang kita ciptakan ataukah sebuah pembiaran ? 
kita hanya meraba-meraba ada apakah gerangan di Republik tercinta kita ini???

( Korban memburuknya empati dan rasa kemanusian)

FAKTA-FAKTA MEMBURUKNYA BUDAYA KITA

Ini sebuah fakta kegagalan pemerintah menyampaikan pesan-pesan moral pada publik betapa pentingnya menegakkan disiplin dan berpegang pada hukum positif di negara ini. Saat ini sebuah fenomena kekejaman sosial/publik pada lingkungannya sangat kentara, masyarakat begitu beringasnya membakar manusia hidup-hidup, manusia membunuh manusia di depan publik seakan akan menjadi kebiasaan yang di pertontonkan sehingga tidak lagi mencerminkan jiwa ke PANCASILAAN kita  yang berketuhanan sehingga manusia membunuh manusia dianggap wajar.

Hari ini saya menyaksikan sebuah tragedi kemanusiaan di negeri ini yang begitu memilukan, seorang ayah dibunuh dan meninggalkan 3 orang putra menjadi yatim karena kebiadaban sebuah peradaban yang makin bringas, seorang remaja dibakar hidup-hidup karena dianggap biadab, pertanyaannya, lebih biadab siapakah sekarang ? mereka yang hanya punya 1 nyawa dan tak bisa kembali lagi ataukah tindakan massa yang tak terkendali  karena prustasi dengan siatuasi ke amanan negeri ini ?

Kemana aparat yang dibayar mahal dari gaji rakyat, kemana jaminan keamanan bagi orang tua yang tengah mencari nafkah ? apakah mereka layak mati sia-sia ditengah masyarakat yang makin bringas ? anda tentu tidak mau memiliki masyarakat yang tak lagi beradab, membunuh saudaranya sendiri tanpa pri kemanusiaan di tengah masyarakat yang menyatakan dirinya masyarakat yang beradap dan memiliki dasar-dasar hukum yang jelas. Kemana penegak hukum kita, kemana para penegak HAM yang berteriak teriak ketika mereka membutuhkan untuk di dengar ?

Saudara-saudaraku sebangsa setanah air…!

Ayooo kembali kenali jati diri kita masing-masing, jangan perparah kondisi terpuruk martabat kebangsaan kita dengan membunuh saudara kita sendiri, menipu saudara kita sendiri, memperdaya saudara kita sendiri hanya sebuah tujuan pendek semata. Bangsa ini memiliki martabat, bangsa ini beradab, hentikan tindakan main hakim sendiri, hentikan pembunuhan yang hanya meninggalkan kepiluan bagi keluarga yang ditinggalkan. Jangan mengganggap diri kita sebagai hukum rimba di negeri bermoral, tapi jadikan Flatform Negara NKRI ini sebagai pengayom, pelindung dan pemberi ketentraman bagi jutaan jiwa yang mendiaminya.

Jangan jadikan alasan politik dan paham tertentu membuat anda tega menghilangkan nyawa berharga orang lain, jangan jadikan halal darah saudara kita karena kepentingan sesaat. Harga nyawa orang, harga kasih sayang seorang pria kepada keluarganya, hargai cinta kasih seorang ibu pada anaknya, siapapun mereka, mereka memiliki hak hidup dan menghidupi keluarga mereka.

Suadara-sudaraku sebangsa setanah air…

Kita adalah sudara, kita satu nusa satu bangsa, kita makan dengan tanah yang tunbuh dari benih yang sama, minum dari sumber mata air yang sama, mata air kebangsaan Indonesia…bila kita kehilangan jatidiri dan saling membunuh karena persoalan sepele seperti jampret, pembegalan dan kejahatan yang diakibatkan buruknya struktur ekonomi dan sosial budaya kita, siapakah yang salah ? mari kita berfikir logis dan menggunakan hukum positif, salah diadili dan dihukum sesuai undang-undang dan kita bukan hakim jalanan yang main tebas dan main bunuh di jalanan.

Saudaraku….

Kita bangsa yang beradab dan penuh ahlak mulia, ini semua akan kita ajarkan pada penerus bangsa ini, bila saat ini kita dengan membunuh dan mencabut nyawa saudara kita sendiri, bagaimana kelak anak-anak kita menegakkan hukum di negeri ini, sungguh saya tak bisa membayangkan…mereka akan menghitung dan menjadikan sejarah pada tiap-tiap kejadian di bangsa ini.

Saudaraku…

kembalikan bangsa ini pada kodratnya sebagai negara hukum dan segalanya diatur dengan undang-undang, jangan biarkan keberingasan massa membuat kita lupa aturan mainnya…semoga penegak hukum kita sadar, betapa berharganya NYAWA seseorang di negeri ini. kita Satu Tekad, Menciptakan Krisis Membereskan Krisis Sosial Tanah Air.

3 Catatan Bulan Februari 2015

Tanpa terasa bulan Februari akan segera berlalu, memasuki minggu ke-4 bulan ke-2 ditahun 2015 memiliki banyak Catatan Bulan Februari bagi irama hidup saya. Ada 3 pengalaman penting yang harus menjadi intropeksidiri dan membagikan pengalaman bagi orang lain.

1. Masa lalu dan masa depan seperti tali tak terang tapi nyata adanya.

Sehebat apapun anda hari ini pastilah tidak akan pernah terlebas dari persiapan anda di masa lalu, bila menggunakan istilah kawan-kawan Trainer Bisnis ” sukses adalah bertemunya antara PERSIAPAN + PELUANG yang kemudian dikerjakan secara sungguh-sungguh ” maka sangat benar adanya bahwa impian anda dimasa lalu akan mempengaruhi masa depan anda. Orang-orang dengan impian besar dimasa lalunya dan menyiapkan mental,sikap dan pengalaman kerja yang ditekuninya maka akan menghasilkan karya yang fenominal dan menjadi kebanggan hidupnya. Selama februari ini saya telah mengikuti banyak perkembangan bisnis kawan-kawan dan juga melihat fakta orang-orang yang gagal karena tak mampu FOKUS dan Menghadapi tantangan pekerjaannya karena ternyata memiliki visi yang pendek dan tanpa kekuatan dream yang dipupuk dari dahulu serta tidak  memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan. Sehingga saya mengambil sebuah iktibar, apapun bisnis dan cita-cita anda bila anda mempersiapkan dengan benar sejak dini pastilah suatu saat nanti akan membuahkan hasil yang baik. Dream,Action, Fokus pada impian, suatu saat pasti berhasil.

2. Belajar dan praktekkan suatu kepastian

Sejak awal belajar berbisnis saya selalu punya fikiran ‘ saya kerjakan saya serius hasil pasti mengikuti..” energi yang saya keluarkan mungkin lebih banyak dari pada hasilnya ketika di awal-awal memulai usaha, tapi keinginan belajar dan menekuni hal-hal baru membuat saya terus mengotak atik DREAM BOOK saya dan terus mengalami banyak revisi tetap intinya saya ingin menjadi lebih baik lagi dan lagi. Berawal dari dream ini  pada akhirnya mempertemukan saya lagi dengan tantangan belajar dan mencoba hal baru menjadi seorang Internet marketer sebagai pendatang baru (newbe/Nobitol dll istilah kawan-kawan imers).

Beruntungnya saya memiliki komunitas positis abenetwork community yang memberikan pembelajaran secara gratis dan berkelanjutan, padahal bila ditempat lain harus merogoh jutaan rupiah untuk mempelajari materi materinya.

Sebagai Newbe, Suatu hal yang pasti dan harus,  saya harus  kerjakan bisnis ini  dan lebih fokus pada belajar dan peraktek, walaupun awalnya semua masih mengambang dan belum menukan titik fokus kemana bisnis saya akan bawa, tapi akhirnya saya baru mendapatkan pencerahan setelah terus membedah buku-buku sukses dan belajar dari master yang lebih dulu sukses,bahwa intinya kita tidak harus menjadi advan sekaligus tetapi harus bertahap demi setahap pada akhirnya akan bertambah asalkan tetap fokus pada bisnis yang akan kita tekuni dan memperaktekkannya secara konsisten.

3. Godaan bisnis dan bisnis yang lain.

Bisnis dan bisnis itulah hari hari saya lalui sejak mengentaskan study saya di tahun 2000,walaupun sempat terjerumus ke kandang bisnis orang lain selama hampir 5 tahun tetapi itu ternyata awal dan menjadi momentum saya mengenal dunia bisnis, tanpa mengurangi rasa terima kasih saya kepada tempat kerja yang pernah menampung saya menimba pengalaman, saya ucapkan terima kasih khususnya pada mantan bos saya memberikan banyak pelajaran tentang disiplin,keseriusan kerja dan bagaimana menekan serta memanagemen karyawan.

Akibat adanya tekanan dan disiplin mati bos saya waktu itu, membuat saya berfikir untuk menjadi bos juga, sehingga membuka peluang saya mencari bisnis dan akhirnya bisa keluar dari zona karyawan dan berkarya seadanya. Saat itu prinsip saya  yang penting bergerak dan bekerja tanpa lelah penuh motivasi sehingga hasilpun tidak menjadi perhitungan bagi saya, tapi tuhan tidak tidur dan tak tinggal diam bagi yang berusaha sungguh-sungguh, berbagai hasil pun tanpa terasa saya raih.

Selama kurun waktu hampir 11 tahun saya berbisnis banyak sekali bisnis yang menurut saya sangat menjanjikan dan membuat saya tergoda banyak bisnis, akan tetapi ternyata semakin banyak bisnis yang sebelumnya belum matang justru akan melahirkan banyak kegagalan. Sehingga sikap saya saat ini menjadi lebih jelas, bisnis tak ada yang tidak menarik tapi akan lebih menarik lagi adalah bisnis yang ditekuni dan dijadikan ahli didalamnya.

Sesuai judul catatan ke -3 saya, bisnis tergoda bisnis lain adalah sebuah kewajaran karena kita hidup dari komunitas bisnis, akan tetapi dari bebagai pengalaman orang sukses, ternyata tidak ada seorangpun milliarder didunia membangun usahanya langsung 3 perusahaan sekaligus, mereka memilih bisnis utama yang akan ditekuni dan menjadi profesional dibidangnya.
Kemudian dari sana bila sudah menjadi ciri khas dan mengangkat popularitas dan mempu membiayai hidupnya serta seluruh usahanya, barulah beralih ke bisnis lain, itupun  sebisa mungkin memilih bisnis yang  masih memiliki keterikatan dangan bisnis utamanya.

Itulah yang menjadi pengalaman saya bulan ini, banyak bertemu dengan kawa-kawan yang masih bingung pada bisnis yang akan di tekuninya dan ada yang sudah fokus kemudian mulai memunculkan hasil yang lumayan, walaupun masih ada yang tergoda dengan bisnis lainnya dengan motivasi dan alasan yang mereka buat atau mungkin menggunakan alasan orang lain yang menggodanya.

Demikian 3 Catatan Bulan Februari 2015 , semoga ini menjadi motivasi bagi saya untuk tetap eksis dibisnis, tanpa harus meninggalkan komunitas lama dan bisa saling bermanfaat di komunitas baru saya, krn siapapun anda hari ini, anda tetap membutuhkan hidup dengan komunitas lama anda dan komunitas baru anda yang dijalani hari ini, masa lalu dan masa depan adalah serangkaian hidup yang tak terpisahkan, berbuat sebaik mungkin saat ini akan mempengaruhi hidup anda dimasa depan. Semoga hari ini baik dan lusa lebih baik lagi. Amiin…

Nasehat Berkarakter Dan Berenergi Positif

Anda pasti sering mendengar istilah ini Silent is gold  yang dulu sempat menjadi senjata politik mantan Presiden Indonesia Ibu Megawati Soekarno Putri dalam menanggapi hal-hal miring tentang pemerintahannya dan ternyata dengan – Diam –  menjadi pendamai agar situasi tertentu tidak tambah memanas. Pada situasi tertentu memang – Diam – itu diperlukan, akan tetapi berbicara bukan berarti tidak penting bila itu sudah sangat diperlukan. Nah bagaimana bila ingin setiap perkataan dan ungkapan kita lebih bermakna serta mengandung energi positif, itulah yang mungkin ingin dicapai dari pribahasa singkat tapi mendalam Silent is Gold. Kita tak boleh sembarangan mengungkapkan kata-kata, kalau bisa diusahakan bisa saling nasehat menasehat untuk kebaikan bersama, saling memotivasi,saling membantu dan saling bertukar energi positif.
Perjalanan setiap manusia memiliki irama dan keunikan masing-masing sehingga pengalaman dan kesan yang ditangkap bisa berbeda dan menjadi bahan pelajaran berharga bagi orang lain, maka pada kondisi ini istilah Silent is Gold bisa tidak berlaku lagi karena pengalaman itu harus disampaikan dengan cara lisan, nah pada saat inilah nasehat dan motivasi yang memiliki karakter dan energi positif harus dikembangkan.Nasehat Berkarakter

Ada banyak kata-kata bijak telah terlontarkan oleh orang yang bijak,  tentu ini  terhubung  dengan sikap kebijaksanaan orang itu dan akan terlontar secara verbal kata-kata bijak. Seumpama sumber yang keluar dari sumber yang penuh kotoran tersaring beberapa kali saringan sehingga yang keluar hanya air murni lagi sehat menyegarkan, itulah barangkali gambaran hasil dari seorang yang bijak mengeluarkan ungkapan dan kata-kata bijaknya. Sebelum terlontar sudah melalui pemikiran dan pengalaman yang mendalam, maka lahirlah nasehat berkarakter yang berkesan dan terserap begitu cepat dalam sel sel otak pendengarnya kemudian diabadikan menjadi kata-kata bijak.Kebersihan hati dan ketulusan orang bijak menjadi lilin penerang disaat gelap, menerobos hati karena indahnya kata-kata bijak yang penuh makna. Inilah nasehat menasehati yang penuh makna sehingga berakhir pada hakekat kehidupan yang ingin saling bermanfaat dan tanpa kesiasiaan dari energi yang telah dikeluarkan dan pada akhirnya semua bersinergi menjadi ibadah kebaikan dan bertahan menjadi ilmu yang bermanfaat.

Nasehat Bernergi Positif

Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang saat ini begitu termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan melanjutkan proses pembelajaran hidup, buktinya anda menyempatkan diri untuk membaca setitik pemikiran tentang Nasehat berenergi positif  dan tak banyak yang tertarik pula melanjutkan karena tak memiliki tujuan yang jelas dari pencariannya.

Untuk itulah sebelum melanjutkan membaca ini, silahkan mulai anda pelankan dan resapi baris demi baris agar ada energi yang mengalir kedalam pemikiran kemudian masuk ke relung hati anda, bila ternyata energi itu tak kunjung datang berarti tulisan saya ini tidak memberikan energi apapun kepada anda. Itulah mungkin yang terjadi pada banyak forum atau diskusi baik secara lisan maupun tulisan, ketercapaian maksud dan tujuan dari diskusi dan sharing adalah tidak lain untuk saling nasehat menasehati sehingga tercapai langkah terbaik dan memiliki manfaat satu sama lainnya.

Forum dan diskusi bisa dikatakan gagal apabila tidak mampu memberikan perubahan positif dari peserta forum itu, maka kemampuan mengalirkan energi positif sangatlah dibutuhkan sehingga energi dan ungkapan-ungkapan lisan akan menjadi nasehat yang berenergi positif dan memberikan manfaat satu sama lainnya. Untuk apalah semua upaya baik diam maupun berkoar-koar bila ternyata hasilnya nihil, maka jalan terbaik kita tingkatkan kemampuan kita

Nasehat Bijak Dan Orang Populer
Mahat Magandi, Ibu Teressa, Abraham Lincoln, Bung Karno dan orang populer lainnya , begitu saya sebutkan anda pastinya langsung ingat siapa mereka dan nasehat serta ungkapannya sering disitir orang untuk dijadikan bahan motivasi. Mengapa mesti dari orang populer ?To be continue….

Mengapa Orang Senang Populer

Anda pasti sudah tak sabar membaca dan menganalisa mengapa setiap orang kecenderungannya ingin Populer ? saya mencoba berfikir dan menganalisa semampu dan seliar liarnya pemikiran ini. Mengapa orang senang populer.

Silahkan bagi anda yang tidak menginginkan kehidupan yang populer atau menganggap populer bukan tipe anda bisa memilih membaca materi yang lain atau mengalihkan pikiran menjadi pikiran positif bahwa ini adalah sebuah pemikiran dan masukan untuk menambah kebutuhan informasi sel-sel otak kita.

Sebelum kita melanjutkan analisa mengapa orang senang populer, kita akan mencoba mengenal siapa saja saat ini yang sangat populer di masyarak Indonesia maupun Internasional yang begitu disebutkan semua orang tahu dan seolah olah begitu mengenalnya seperti teman sekampung dulu. Siapa mereka coba kita sebutkan : Obama ( pasti otak anda langsung mengatakan President Amerika). Jokowi, nah anda pun mengatakan Presiden Indonesia saat ini, Nelson Mandela,Bob Sadino, Jusuf Kalla ( nah itu wakil Presiden Indonesia), SBY, BJ Habibi dll, Orang- orang diatas tentu anda begitu mendengar namanya seolah-olah teman sekampung yang begitu akrab, maka bila sudah demikian orang tersebut sudah sangat populer.

Populer menurut saya, begitu orang menyebutkan sebuah nama, otaknya secara otomatis mengatakan ” sudah saya tahu dan sudah saya file di otak bawah sadar dan tak akan pernah lupa, seperti saya mengingat rasa lombok pasti pedas “. Jadi orang populer orang yang begitu inesialnya disebutkan secara otomatis orang lain mengatakan tentang siapa dia.

Barangkali itu menurut saya apa pengertian orang populer. Untuk mempermudah klasifikasi orang populer, kita bagi orang populer menjadi 3 kategori :

1. Populer di kalangan keluarga

2. Populer di kalangan sosial masyarakat

3. Populer di kolega bisnis dan pekerjaan

Nah sekarang mengapa orang senang populer ? kita kembali ke bahasan awal, mengapa orang punya kecenderungan ingin populer atau terkenal, secara manusiawi setiap orang punya hasrat dikenal orang lain lebih luas dan memiliki kolega luas dan para koleganya memiliki kesan tersendiri tentang dirinya, sehingga begitu disebut namanya, orang lain sudah faham semua karakternya dan memahami apa profesinya. Itulah orang populer, sebuah gambaran yang paling mudah difahami.

Indahnya Budaya Negeri

Budaya Negeri

Saya  bangun pagi, hari yang indah dan menatap langit jauh dan jauh…kemudian melihat sekeliling dan seantero langit, sejauh mata memandang terlihat burung burung disana begitu bebas terbang,terbang tinggi dan tinggi kemudian kembali terjun berbaris lagi dan kembali ke tempat awal dia terbang,barisan burung merpati yang terbang rapi yang paling sering aku nikmati dipagi hari.

Saya bergumam ” burung burung yang lain semakin lama semakin berkurang..” sayapun protes dalam hati,kemana burung burung itu yang dulu saat aku kecil begitu banyak terbang di langit.

Saran saya buat kawan kawan,jangan lupa mensyukuri indahnya kehidupan ini, saya  tahu  shobat  sering bergelut dengan target hidup yang sangat menggoda dan kadang lupa menikmati indahnya kehidupan pagi kita. ayo shobat ” Rasakan hembusan angin pagi,rasakan indahnya alam ini,alam Indonesia dan indahnya Budaya Negeri ini.

Indonesiaku bangsa dengan ragam pesona budaya dan keindahan alam yang tak terbantahkan keindahannya dan ragam budaya negeri ini yang sangat komplek .Banyak ragam budaya dan ragam flora dan fauna yang dimiliki negeri ini,sehingga banyak inspirasi bisa kita dapatkan untuk melukiskan keindahan dan keberagaman negeri ini.

 Budaya Negeri

Saya, anda  dan masih banyak orang tentu ingin sekali mengetahui sejengkal demi sejengkal khasanah negeri ini,tapi tidak banyak orang pula yang bisa melakukannya, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, waktu yang panjang dan dibutuhkan tekad yang kuat untuk mencapai keinginan semua ini,akan tetapi walaupun hanya dari informasi dan buku buku yang saya baca,saya yaqin benar bahwa bangsa kita ini kaya akan flora dan fauna.

Menjelajah negeri katulistiwa adalah bagian dari cita cita kecilku, menjelajah dunia dan kembali dengan sejuta pengalaman hidup dan menjadikan keragaman ini sebagai modal untuk lebih mencintai negeri ini,mencintai ciptaanNYA dan mensyukuri setiap tarikan nafasku akan indahnya cipataanNYA. Itulah indahnya budaya negeri yang ingin kita nikmati bersama.

Belajar Tidak Mentoleransi diri

Ada masalah yang paling kelasik pada saya adalah membiasakan menunda nunda pekerjaan,saya sering berfikir kalo pekerjaan itu masih bisa saya kerjakan nanti malam atau 1 jam lagi.Tapi setelah sampai jadwal yang ditentukan kemudian masih cari alasan kalau pekerjaan ini itu masih belum begitu penting.

Kondisi saya mungkin juga pernah terjadi pada seseorang atau mungkin anda juga saat ini,saya hanya berfikir bila mana pekerjaan itu saya kerjakan tidaklah beresiko, toh ini adalah pekerjaan sepele.Kebiasaan ini setelah saya pelajari dari beberapa referensi, ternyata  ini kebiasaan mentoleransi diri sendiri, kebiasaan mentoleransi diri sendiri akibatnya sangat tidak baik dan lama lama menjadi penyakit kepribadian dan berujung pada kebiasaan menunda yang seharusnya tidak perlu ditunda, mulailah Belajar Tidak Mentoleransi diri.

Kebiasaan menunda sangat membahayakan diri sendiri dan bila sudah menjadi prilaku sehari hari, akibatnya ternyata sangat FATAL sekali.Kenapa demikian? secara alamiah manusia adalah pemalas,sehingga bila mentoleransi diri sendiri dengan sikap sikap malas,bertumbuh menjadi sikap menunda nunda pekerjaan kemudian juga bisa menunda menunda kesuksesan kita.

Mari kita amati, apakah benar secara naluriyah manusia itu pemalas? secara tidak langsung kita lihat, tiap individu pastilah memilih sebuah pekerjaan yang paling mudah dan paling gampang ditunda pekerjaan itu (JUJUR SAJA) hal ini menunjukkan bahwa kita manusia sebenarnya pemalas. akan tetapi apabila rasa malas kita toleransi rasa malas ini maka akibatnya sangat membahayakan, ini khusus seseorang yang belum memiliki bekal yang cukup untuk memenuhi kewajibannya (terkecuali anda sudah punya sistym atau jadi bos,boleh malas).Maka jalan satu satunya untuk mengalahkan sifat dasar manusia ini,yaitu janganlah selalu bersikap toleransi pada diri sendiri, saatnya Belajar Tidak Mentoleransi diri 

Sikap toleransi pada diri sendiri negatif   bisa sebagai berikut :

  1. Mengatakan pada diri sendiri ” ah masih belum waktunya berjuang,aku masih muda “
  2. Bersikap acuh tah acuh pada waktu ” kan masih ada besok” kalo sudah siap aku akan mulai beraksi.
  3. Mengadili diri sendiri bahwa dirinya tidak bisa melakukan sebuah terobosan terobosan baru,hidup dengan mengatakan ” aku  ya seperti ini saja,biarlah yang lain duluan,kalau nasibku baik pasti berhasil “
  4. Memiliki sikap sikap tidak jelas tujuan dan tanpa target,hidup mengikuti angin bertiup.
  5. Acuh tidak acuh pada kewajiban dan tanggung jawabnya.
  6. Selalu memaafkan setiap kesalahan yang sama yang terjadi dalam hidupnya,mengulang ngulang perbuatan tercela yang sebenarnya tahu hal itu kurang baik bagi hidupnya.

Itulah sebagian dari sikap sikap yang di timbulkan akibat selalu mentoleransi diri sendiri,bila sikap sikap ini terus terpelihara maka sudah bisa dipastikan hidup kita jadi sangat tidak berarti,akan banyak waktu dan kesempatan yang terbuang sia sia dalam hidup ini.Semoga kita bersama membuang sikap mentoleransi diri yang menghambat menuju kesuksesan dan kemanfaatan hidup kita.amin

Belajar

Fenomena Perokok Dan Kebiasaan Nongkrong

Saya meyakini pasti akan ada banyak alasan  bila kita mencoba survei satu persatu penduduk Indonesia soal budaya merokok masyarakat Indonesia.Perokok kita saat ini berjumlah 61,4 jt data Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes(5/13). Akan tetapi disini saya hanya mencoba menyampaikan versi saya kenapa jumlah perokok negeri ini tidak menunjukkan penurunan yang berarti bahkan justru meningkat.Saat ini Indonesia menduduki peringkat 3 setelah China dan India.

 

Meningkatnya jumlah perokok ditandai dengan naiknya kalangan muda yang merokok,menurut kemenkes dari survei kesehatan nasional (Susenas)  dari tahun 1995 sd 2010 terjadi peningkatan perokok kalangan remaja usia 15-19 mengalami peningkatan dari 3%  menjadi 43,3 %.kemudian prilaku merokok usia 10-14 mengalami peningkatan sebesar 17,5% berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesda) tahun 2010.(Bro,31/5/13).

 

Melihat perubahan prilaku merokok yang justru meningkat ditengah gerakan anti merokok yang begitu gencar memancing saya untuk memberikan pendapat berdasarkan fikiran saya.Saya melihat secara budaya dan lingkungan hidup kita sangat memungkinkan meningkatnya jumlah perokok dikalangan anak muda. disamping populasi penduduk juga sangat berpengaruh pada jumlah perokok,nah trand merokok ini akan meningkat ini tidak lepas pula dari kebiasaan masyakat kita  banyak nongkrong untuk menghabiskan waktu (killing time).

 

Kebiasaan killing time ini bisa kita saksikan secara kasat mata dengan begitu menjamurnya warung remang remang,warkop dan tempat kongkow kongkow lainnya.Kebiasaan ini saya perhatikan terus berkembang sejak dari remaja dan anak remaja kita sudah membiasakan diri nongkrong dan terbawa pula saat kuliyah dan bekerja.

 

Saya sendiri pernah mengalami masa masa nongkrong dulu saat dikampus.Kebiasaan nongkrong ini membawa saya pada kebiasaan merokok yang tak terkontrol.Setiap kali nongkrong akan menghabiskan berbatang batang rokok serta Nongkrong berjam jam. Budaya nongkrong memang terasa enak akan tetapi tanpa terasa akhirnya membawa kita pada kemalasan dan tidak biasa bertindak cepat serta mengambil tindakan yang efisien dan efektif.

Apa yang saya sampaikan bukan berarti bisa benar tentu masih perlu sebuah survei yang lebih valid dan profesional.Tetapi apapun penyebabnya kita mesti hati hati terhadap bahaya merokok ini.merokok dapat menyebabkan banyak penyakit karena rokok itu mengandung lebih dari 4000 zat yang berbahaya bagi kesehatan. Dimana 43 zat diantaranya bersifat karsinogenik. Rokok merupakan factor risiko bagi munculnya penyakit menular dan mematikan. Seperti, penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker.

 

Berikut saya copaskan data perokok dunia :

China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk

India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk

Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)

Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk

Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk

Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk

Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk

Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk

Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%

Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%

 

STATISTIK PEROKOK di INDONESIA***

 

(Catatan:** Data diolah Penulis dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang)by blogger: DEDI DWITAGAMA.

 

Silahkan sahabat dan saudara saudaraku pelajari dan ini akan menjadi pembelajaran kita untuk generasi kedepan kalau merokok itu ternyata sudah menjadi masalah besar di bangsa kita ini.semoga tulisan pagi saya ini bermanfaat.amin.

 

 

 

Terus Belajar Tiap Hari

Terus Belajar

Pilah Pilih Template Blog.

Sudah hampir seminggu otak atik blog serta  gonta ganti tamplate yang cocok dengan selera menulisku,hampir 10 kali ganti tamplate dari yang elegant,galery,berslide dll akhirnya pilihan jatuh pada tamlpate yang simple simple saja dan ternyata terasa lebih elegan dengan kesederhanaan.

Rencana menulis dengan memilih tamplate yang tepat ternyata mempengaruhi mood menulis. Berjam jam di depan laptop bisa betah apalagi bila ada tantangan dengan mempelajari cara dan trik ngeblog yang bisa di pelajari di Search engine.

Membuat Alasan Mengapa Saya Menulis

Ternyata banyak hal yang harus saya pelajari untuk meningkatkan pengetahuan dasar menulis dan membuat blog.Saya baru menemukan dasar memulai menulis yang ternyata sangat penting untuk saya lakukan di awal awal memulai ngeblok.Beberapa alasan penting yang saya pegang untuk terus menulis :

Pertama saya tidak penting berfikir apakah blog saya ada yang membaca atau tidak,

kedua saya tidak perlu berfikir apakah blog saya masuk ranking blog terbaik atau banyak yang membaca.

ketiga saya hanya menulis dan menikmati karya tulis saya kemudian berbagi dan jikalau  saya telah berbuat baik telah meninspirasi itu sudah lumrah.

Apapun tindakan saya hari ini semoga bermanfaat paling tidak saya menyatakan diri bahwa saya masih hidup baik secara fisik maupun fikiran serta perasaan saya. Bertindak dan melakukan yang terbaik dalam menulis adalah prinsip yang terus saya pegang. Akan tetapi melalui proses terus belajar dan terus menerus mencari pengalaman baru, saya yaqin akan menemukan ilmu-ilmu baru yang membantu saya menjadi lebih baik dalam membuat tulisan, mendapatkan pengunjung dan pembaca tulisan sehingga menaikkan trafik blog saya.

Menjadi Penulis Blog Pemula

Menulis blog ternyata gampang-gampang susah, bagi yang belum terbiasa menulis tentu merangkai kata demi kata masih menjadi masalah sedangkan bagi mereka yang sudah tiap hari menulis artikel, tentu merangkai kalimat demi kalimat menjadi sangat mudah. Ternyata bila kita bisa melakukan tiap hari segalanya menjadi lebih mudah dan ringan, inilah yang masih terus harus saya pelajari. Melakukannya tiap hari dan terus belajar tiap hari, bila ini terus kita lakukan dan menjadi kebiasaan membuat semua lebih mudah.

Pembenaran Hal Yang Belum Tentu Benar

Benar

Benar tidak nih…” Orang Indonesia itu cenderung membenarkan kebiasaan bukan membiasakan kebenaran ” ungkapan ini saya dengar dari seorang tamu pada sebuat acara talk show di sebuat televisi swasta tanah air.

Saya terngiang ngiang terus dengan ungkapan itu sampai diatas ranjang ketika hendak tidur. Saya berfikir benar juga ungkapan pembicara tadi di tv soal prilaku masyarakat kita.Kemudian saya mencoba mereka reka apa saja yang di maksud dengan “membenarkan kebiasaan bukan membiasakan kebenaran” menurut saya maknanya,bahwa kita cenderung mengikuti kebiasaan yang sudah ada di masyarakat sejak nenek moyang dan itu belum tentu kebenarannya atau lebih sempitnya pembenaran dari tindakan kita yang sudah jadi kebiasaan akan tetapi tindakan itu belum tentu benar karena sudah biasa dilakukan akhirnya menjadikannya tindakan itu seolah olah benar padahal salah (bingung ya…hehe) kalo penjelasan saya kurang siip tolong di tambah.

 

Kenyataan ini saya fikir memang benar adanya, contoh kongritnya bisa kita lihat pada kehidupan kita sehari hari, pada budaya selamatan, kulturisasi tokoh dll. contoh yang paling mudah pula kebiasaan memberi tips pada pejabat alias sango sango yang seharusnya budaya itu tidak benar adanya atau kebiasaan minta dilayani dari pada melayani para pejabat pemerintahan kita yang semestinya mereka yang seharusnya melayani ,mereka dibayar oleh Negara dan negara dapat uang dari pajak yang dibayar masyarakat yang bertujuan memperlancar pelayanan pada rakyat. Masih banyak kebiasaan yang sampai sekarang dijadikan kebenaran.

 

Lantas apa manfaatnya adanya perangkat perangkat penegak kebenaran berdasarkan hukum positif Negara ini bila pembiasaan masih jadi patokan?? nah disinilah fungsi kontrol yang sepertinya belum berjalan maksimal.bahkan mereka cederung membenarkan tindakan tindakan yang telah biasa dikerjakan pendahulu pendahulu mereka.

 

Kalo begitu seharusnya memulainya sekarang untuk menegakkan dan membiasakan kebenaran agar ketentraman dan kedamain bisa segera kita raih,bagaimanapun tindakan tindakan salah hanya menimbulkan ketidak nyamanan dan tanpa terasa hanya akan menimbulkan kerugian disepanjang sejarah budaya bangsa ini. Semoga kita segera bisa membiasakan diri dengan kebenaran dan bertindak berdasarkan hukum positif yang dibangun bersama untuk kemakmuran bersama. 

Agustusan Sebentar Lagi

Peringatan 17 Agustus atau Agustusan

Setiap memasuki bulan Agustus fikiran saya selalu teringat derap langkah baris berbaris yang saya ikuti saat mengikuti lomba 17 Agustus. 

Lomba baris baris berbaris ini sangat populer dan sampai saat ini masih tetap bertahan walaupun saya tidak tahu manfaatnya secara langsung.

Memperingati kemerdekaan RI ini biasa kita sebut dengan istilah “Agustusan”. Saat sekolah dulu, setiap pagi ada perasaan senang karena siangnya sekolah pasti pelajaran tidak tuntas karena harus latihan gerak jalan.  
Latihan di jalan desa plus bisa mencari buah asam dipinggir jalan (di desa dulu pohon asam besar besar, konon sudah ada sejak jaman Belanda,tapi sayang sudah banyak ditebang sekarang)
Asyiknya lagi saat 17-san, saat mengikuti carnaval, anak-anak berpakaian tentara, pakai baju dokter, pakaian ala pejuang, komplit deh…
Menariknya lagi, arena 17-san sangat membantu geliat perekonomian di desa, banyak pedagang menjajakan dagangannya.  bahkan jauh jauh hari nabung buat merayakan 17-san.
Tapi…!!!  kenapa ya sekarang saya kurang greget?? ingin mencari jawaban dari rasa yang dahulu ada agar timbul kembali.

Terkadang saya malah merasa bosan melalui hari hari dibulan Agustus, bisa dipastikan jalan jalan pada macet, kerumunan orang dimana mana,yang lebih bikin gregetan saat acara acara agustusan dilakukan fasilitas umum sering kali tidak difungsikan sesuai fungsinya.pengalihan jalan dimana mana bahkan ada juga yang hanya memikirkan kemeriahannya Agustusan bukan lagi nilai nilai sejarah perjuangannya.

Apalah istilahnya yang penting jangan lupa nilai nilai yang harusnya terus tetap di jaga,budaya budaya baru boleh timbul tetapi nilai nilai budaya lama jangan sampai dilupakan,tentu semua masih ingat pesan Bung Karno ” JASMERAH” jangan sekali kali melupakan sejarah,karena dengan sejarah kita bisa menikmati kebebasan dan kenyamanan hari ini.