Pasca Puasa Harapan Dan Kenyataan

Saya punya logika sederhana tentang puasa,puasa diperintahkan oleh Allah karena Allah sebagai pencipta manusia lebih tahu tentang kwalitas ciptaannya.Sehingga dalam setahun diperintahkan agar me reset to default factory,manusia diperintahkan memperbaiki kwalitas hidupnya dengan cara mengatur makan dan minum,tetapi luar biasanya bagi manusia karena berbeda dengan mahluk lainnya maka perintahnya itu tidak hanya dilarang makan+minum tapi juga menahan hawa nafsunya baik nafsu birahi(syahwat),amarah dll. 


Dengan puasa diharapkan kita kembali mengatur ulang (Mereset) tata kehidupan kita agar kembali sesuai dengan maksud dan tujuan diawal manusia diciptakan oleh Allah.Setelah kita di mereset maka diakhir bulan ramadhan disebut Idul fitri,hari yang suci,hari kemenangan ummat manusia yang telah berhasil memperbaiki dirinya selama 1 bulan penuh, kemudian 1 syawal sebagai awal me RESSTART (memulai lagi) kehidupan sehari hari dengan pandangan hidup baru,cara berfikir baru serta tindakan baru.Maka pantaslah bila 1 Syawal kita rayakan sebagai tanda kemenangan manusia.Oleh karena itu sangat rugi  dan jadi sia sia bila kita tidak mengalami sebuah perubahan pasca kita berpuasa selama 1 bulan.


Bila saya umpamakan pada tehnologi komputer,setelah komputer kita pakai berjam jam bahkan berbulan bulan tentu mengalami beberapa program yang error maka kita coba atur ulang atau meresetnya dengan cara diprogram ulang kemudian di restart,harapannya program yang eror menjadi baik kemudian berjalan lagi dan siap digunakan kembali.itulah logika saya soal puasa.


Artinya Perintah puasa selama 1 bulan dalam 12 bulan merupakan kebutuhan manusia, bukan kebutuhan tuhan,sehingga sangat disayangkan bila kita tidak mengerjakannya.Beruntunglah bagi anda yang menjalankannya karena berarti anda telah bersikap adil terhadap tubuh anda,karena setiap mahluk memang membutuhkan yang namanya puasa.


Semoga puasa yang kita kerjakan betul betul bermanfaat bagi tubuh kita dan tentu pula ada harapan pada perubahan mentalitas dan spritualitas kita.Bagi kalangan muslim, faedah berpuasa telah banyak dijelaskan di kita Al-Qur’an dan hadist tentang puasa Ramadhan,anda tinggal membacanya dan mengkajinya,di tambah lagi selain al-qur’an dan hadist telah banyak pula riset serta  kajian tentang manfaat puasa baik secara medis maupun riset keilmuan lainnya. 


Jadi sudah sangatjelas disini,Setelah kita mereset dan merestart tentu harapannya ada perubahan  fikiran dan tingkah laku kita sehari hari, dari yang  semula selalu  berfikir negatif menjadi positif,dari yang loyo menjadi semangat dari yang pesimis menjadi optimis,pemarah jadi penyabar,yang tidak istiqomah menjadi istiqomah,yang ingkar jadi amanah dan perubahan lain dari hal negati jadi positif.

Sekali lagi saya sempaikan Selamat hari raya Idul fitri 1434 H, serta selamat berjuang dalam kehidupan hari hari kedepan, kita berdo’a bersama semoga bisa bertemu lagi dengan puasa dan idul fitri di tahun tahun berikutnya.amin.

 

Lebaran itu milik Indonesia sajakah..

LebaranMalam ini saya mencoba mencari cari informasi apakah benar istilah lebaran dan pesta hari raya idul fitri yang begitu meriah serta dahsyatnya kegiatan mudik hanya budaya Indonesia. Saya coba gunakan mesin pencari informasi internet yang digunakan untuk mencari istilah yang identik dengan suasana hari raya idul fitri di Indonesia.

Berikut ini fakta bahwa pengguna internet yang aktif mencari  istilah mudik ternyata Indonesia menjadi pemenang posisi tertinggi. Mudik Lebaran milik Indonesia, sebuah budaya yang mengakar .Saya coba telusuri istilah mudik ternyata hanya Indonesia yang memiliki dan mencari jalur jalur mudik. 

Mudik ; Istilah yang hanya dimiliki Indonesia 

 

Lebaran

 

Lebaran; Istilah yang tidak dimiliki Negara lain.

 

Lebaran

Istilah istilah lebaran dan mudik memang sangat identik dengan hari raya idul fitri. disini saya ingin mengatakan bahwa dua istilah tadi adalah milik Indonesia dan tidak menjadi budaya negara lain .Kekayaan budaya bangsa ini dan unik menjadi support bagi meriahnya kehidupan perekonomian Indonesia .Semoga budaya ini tidak mengurangi makna dari idul-fitri sendiri.